Galeri

الدرس اللغۃ العرابيۃ

File-File

Lanjutan

BHASA ARAB 2

الدرس السادس

Cover

Sinopsis:

الدرس ا لثاني

مبتدا من مضاف إليه

MUBTADA DARI MUDOF ILAIH

 

Dalam bahasa Arab ada dua macam jumlah atau kalimat (dalam bahasa Indonesia), yaitu ; jumlah ismiyah (kalimat nominal) dan jumlah fi’liyah (kalimat verbal). Jumlah ismiyah adalah jumlah yang disusun dari dua unsur, yaitu ; مبتدأ Mubtada (pokok kalimat) dan khobar (keterangan). Sedangkan jumlah fi’liyah adalah jumlah yang disusun dari dua unsur, yaitu ; fi’il (kata kerja) dan fa’il (pelaku/subjek).

Pada bagian ini akan dibahas tentang مبتدا mubtada dari مضاف إليه mudoh ilaih. Sebelumnya kita bahas terlebih dahulu “apa itu مبتدا  mubtada” dan “apa itu  مضاف إليه   mudoh ilaih”.

 

1. مبتدا Mubtada.

مبتدا Mubtada adalah salah satu unsur dalam suatu jumlah ismiyah yang berfungsi sebagai pokok kalimat dan letaknya wajib/selalu di awal jumlah. Mubtada dibentuk dari isim (kata benda) yang benda tersebut sifatnya harus ma’rifah (tentu/jelas). Isim ma’rifah diantaranya ; dhomir, isim alam, isim isyaroh, isim yang diberi alif dan lam didepanya dan susunan Idofah.

Contoh :

البيت كبير

Rumah itu besar = albaitu (mubtada) kabiirun (khobar)

أناتلميذ 

Saya seorang pelajar = ana (mubtada) tilmiidzun (khobar)

2. Idofah. Dalam bahasa Indonesia disebut juga kata majemuk. Adalah suatu ungkapan yang terdiri dari dua kata yang kedua-duanya adalah isim (kata benda), yang pertama disebut مضاف mudof, yang kedua disebut مضاف إليه mudof ilaih dan memiliki satu pengertian (arti).

a. Mudof adalah isim yang disandarkan kepada isim sesudahnya/didepannya, yang sifatnya menjadi ma’rifah atau tertentu/khusus karena hubungan ini, sifatnya ma’rifah. Artinya harokatnya bertanwin dan pada waktu diidofahkan maka tanwinnya harus dibuang, jika bentuknya mufrod. Dan jika mustanna atau jamak mudzakar salim maka ن (nun) nya harus dibuang.

b. Mudof ilaih adalah isim yang terletak sesudah mudof, yang letaknya wajib majrur atau berbaris kasroh dengan bunyi (i) atau (in).

Contoh :

مسجد مدرسۃ

Masjid sekolah = masjidul (mudof) madrosati (mudof ilaih)

سورۃالفاتحۃ

Surat alfatihah = suuratul (mudof) faatihati (mudof ilaih)

3. Mubtada dari mudof ilaih adalah mudof/ mudof ilaih yang berkedudukan/berfungsi sebagai pokok kalimat pada jumlah ismiyah.

Contoh :

 سيرۃ الٲستاذ

Mobil guru itu bagus = Sayyaaratul ustaadzi (mubtada mudof ilah) jamiilatun (khobar)

كتاب علي

 Buku Ali baru = Kitaabu Aliyin (mubtada mudof ilah) jadiidun (khobar)

كتاب فاطمۃ  

Buku Fatimah baru = Kitaabu Fatimata (mubtada mudof ilah) jadiidatun (khobar)

ۃسطرۃٲستاذ

Penggaris guru baru = Mistharatu ustaadin (mubtada mudof ilah) jadiidatun (khobar)

درجۃأستاذف الفناء

Sepeda guru di halaman = Darraajatu ustadzin (mubtada mudof ilah) fil finaa i (khobar)

Serka Rahmat Iin Suryana, KIB Arab ‘08

الجُمْلَةُ المُفِيْدَةُ  / اَلْكَلاَمُ

Jumlah mufidah adalah susunan kata yang dapat memberikan faedah yang sempurna.

Contoh:

عَلِيٌّ مَِرْيضٌ

رَجَعَ عَلِيٌّ

Adapun susunan kata yang tidak memberikan faedah yang sempurna tidak dinamakan sebagai Jumlah Mufidah.

Contoh:

إِنْ رَجَعَ عَلِيٌّ

إِنْ رَجَعَ عَلِيٌّ فَأَكْرِمْهُ

Jumlah ismiyah adalah jumlah yang diawali dengan isim

Contoh:

عَلِيٌّ مَِرْيضٌ

مُحَمَّدٌ نَبِيٌّ

Jumlah fi’liyah adalah jumlah yang diawali dengan fi’il

Contoh:

ذَهَبَ زَيْدٌ

رَجَعَ عَلِيٌّ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s